Jumat, 13 April 2018

TUGAS ANGGOTA KELOMPOK SOFTKILL NEO UTILITARIANISME

TUGAS  SOFTKILL   NEO   UTILITARIANISME 

DISUSUN  OLEH   :  

                         NAMA  KELOMPOK    : 

                   -  AFRIAN   WAHYU  PRATAMA 
                   -   ASYROFI  ELGA  MIRAJ 
                   -   META DWI  HAPSARI 
                   -  NOVIA  ANGELLITA  S 
                   -   ELFRIDO 
KELAS                                               :  3EA24


UNIVERSITAS  GUNADARMA
FALKUTAS  EKONOMI
JURUSAN  MANAJEMEN
2018/2019


Berasal  Utilitarisme  adalah  suatu  teori  dari  segi  etika  normative  yang  menyatakan  bahawa  tindakan  yang patut  adalah  yang  memaksimalkan  penggunaan (utility) , biasanya  didefiniskan sebagai   memaksimalkan  kebahagiaan  dan  mengurangi  penderitaa “ utilitarisme “  berasal  dari  kata lati utilis , yang  berarti  berguna , bermanfaat,berfaedah , atau  menguntungkan .  istilah ini  juga sering  disebut   sebagai   teori  kebahagiaan  muridnya ,  john   stuart mill. Utilitarisme   merupakan  suatu   paham  etis  yang  berpendapat  bahwa  yang  baik  adalah  yang  berguna, berfaedah, dan  mengguntungkan .  sebaliknya, yang  jahat  atau  buruk   adalah  yang  tak  bermanfaat, tak  berfaedah  dan  merugikan . karena  itu  baik  buruknya  perilaku  dan  perbuatan  ditetapkan  dari segi  berguna ,berfaedah, dan  mengguntungkan  atau tidak .  dari  prinsip  ini  tersusunlah  teori  tujuan  perbuatan
Teori  tujuan  perbuatan 
Menurut  kaum utilitarisme , tujuan  perbuatan  sekurang  kurangnya  menghindari   atau  mengurangi   kerugian  yang  diakibatkan  oleh  perbuatan  yang  dilakukan   baik   bagi diri  sendiri  ataupun  orang lain .  adapun  misalnya   adalah  dengan  memperbesar  kegunaan , manfaat,  dan  keuntungan   yang  dihasilkan  oleh perbutan  yang  akan dilakukan . perbuatan  harus diusahkan  agar  mendatangkan  kebahagiaan  daripada  penderitaan , manfaat  daripada  kesia-siaan , keuntungan  daripada  kerugiaan, bagi sebagian   besar orang .  dengan  demikian, perbuatan  manusia  bai secara etis  dan  membawa   sebaik – baiknya   bagi  diri   sendiri  dan  orang  lain
Beberapa  ajaran  pokok
   v Seseorang  hendaknya  bertindak   sedemikian  rupa,   sehingga  memajukan kebahagiaan (kesenangan)  terbesar  dri  sejumlah  besar  orang
         Tindakaan  secara  moral  dapat  dibenarkan  jika  ia  menghasilkan  lebih  banyak  kebaikan  daripada  kejahatan , dibandingkan  tindakan  yang  mungkin  diambil dalam  situasi  dan  kondisi  yang  sama .
v  Secara  umum , harkat   atau  nilai   moral  tindakan   dinilai   menurut  kebaikan dan  keburukan  akibatnya .
Ajaran  bahwa  prinsip  kegunaan  tersebar    hendaknya    menjadi  criteria dalam perkara  etis . criteria   itu  harus   diterapkan   pada  konsekuensi  - konsekuensi  yang timbul dan  keputusan  - keputusan etis .
Utiliarisme  peraturan 
    v  Kriteria   penilian   moral  mendapatkan  dasar  pada ketaatan  terhadap  perilaku  moral                  umum .
v  Tindakan  moral  yang  dibenarkan  adalah  tindakan  yang didasabrkan   pada  peraturan  moral  yang  menghasilkan  akibat -  akibat  yang  lebig  baik .
Criteria  dan prisnisp etika  neo   utiilitarianisme
 secara  lebih  konkret  dalam  kerangka  etika  utiliarisme  kita dapat  merumuskan  tiga  criteria  objektid  yang  dapat  dijadikan  dasar objektif  sekaligus norma  untuk  menilai  suatu  kebijaksanaan  atau  tindakan . criteria  pertama  adalah  manfaat  yaitu  bahwa  kebijakan   atau  tindakan  itu  mendatangkan  manfaat  atau  kegunaan  tertentu.  jadi , kebijakaan  atau tindakan   yang baik  adalah   yang  menghasilkan  hal  yang  baik.
Criteria  kedua  adalah   manfaat   terbesar , yaitu  bahwa   kebijakan  atau  tindakan  itu  mendatangkan   manfaat  terbesar  ( untuk  dalam situasi  tertentu lebih  besar ) dibandingkan  dengan  kebijaksanaan   atau  tindakan   alternative  lainnya. Atau  kalau yang dipertimbangkan  adalah  soal  akibat  baik dan  akibat  buruk   dari suatu  kebijkaksanaan  atau  tindakan , maka  suatu kebijakan  atau  tindakan  dinilai   baik  secara moral  kalau mendatangkan  lebih  banyak manfaat   dibandingkan  dengan  kerugian .
Nilai  positif   etika  neo utilitarianisme
 Etika  ini  menggambarkan   apa  yang  sesugguhnya  menngmbarkan   apa  yang  sesungguhnya dilakukan  oleh  orang  yang  rasional  dalam  mengambil keputusan  kadalam  hidup ini  , khusunya  keputusan  moral , termasuk   juga  dalam  bidang  bisnis . ia  merusmuskan   prosedur   dan  pertimbang  banyak   digunakan   dalam  mengambil   sebuah  keputusan,  khusunya   yang   menyangkut   kepentingan   banyak   orang .
Neo  Utilitarianisme   sebagai  proses  dan sebagai standar  penilaian
 Dalam  wujud   yang  pertama   ini  , etika  utilitarisme  dipakai   untuk  perencanaan, untuk   mengatur  sasaran  dan  target   yang  hendak  dicapai . artinya, criteria  etika   neo utiltarianisme menjadi dasar utama dalam penyusunan program atau    perencanaan,khususnya  dari  suatu   kegiatan  yang  menyakut  kepentingan  banyak  orang. criteria  etika  neo utilitarianisme  lalu  berfungsi  juga  sebagai  criteria  seleksi   bagi  setiap  alternative  yang  bisa  diambil .  artinya, semua  alternative  yang  ada  lalu  dipilih  berdasarkan  sejauh   mana  alternatif  itu  punya  kemungkinan   untuk  mendatangkan  manfaat  terbesar   bagi   sebanyak  mungkin  orang
Kedua,  neo  ultilitarianisme   juga dipakai   sebagai  standar  penilaian   bagi  tindakan  atau kebijakan   yang  telah  dilakukan . dalam  hal ini , ketiga  criteria diatas lalu benar – benar  dipakai   sebagai  criteria  untuk   menilai   apakah  suatu  tindakan  atau  kebijaksanaan  yang  telah dilakukan  memang  baik  atau  tidaknya  suatu  tindakan. Dalam  hal ini ,  prosedur   atau  metode   tindakan  dan  kebijaksanaan  lalu  menjadi  tidak  penting .  yang  paling  pokok  adalah   menilai tindakan  atau  kebijaksanaan   yang  telah  terjadi  berdasarkan   akibat  atau  konsekuensinya, yaitu  sejauh   mana  ia   mendatangkan  hasil   terbaik  bagi   banyak  orang .
Analisis  keuntungan  dan kerugiaan
Pertama   , keuntungan dan  kerugian , cost  dan  benefit  yang  dianalisis   jangan   semata – semata dipusatkan  pada   keuntungan   dan  kerugiaan   bagi  perusahaan, kendati  benar   bahwa  ini  sasaran   akhir . yan  juga  perlu  mendapat  perhatian  adalah  keuntungan  dan  kerugian  banyak  pihak  lain   yang  terkait  dan  berkepentingan, baik  kelompok primer  maupun  sekunder ,jadi dalam analisis ini  perlu  juga  diperhatikan  bagaimana   dan  sejauh   mana  suatu  kebijaksanaan  dan  kegiatan  bisnis  suatu   perusahaan  membawa  akibat  yang  mengguntungkan  dan  merugikan  bagi kreditor,  konsumen, pemasok, penyalur, karyawa, masyarakat  luas, dan  seturusnya . ini  berarti   etika  neo  utilitarianisme sangat  sejalan   dengan apa  yang  telah kita   bahas  sebagai  pendekatan  stakeholder. 
Kalau  dipikirkan  secara  mendalam,  pertimbangan  ini bukan   hanya  demi   kepentingan   kelompok   terkait   yang   berkepentingan ,  melainkan   justru  pada   akhirnya  demi  kepentingan (keuntungan)  perusahaan  itu  sendiri . karena,  bisa   suatu  kebijaksanaan dan  kegiatan  bisnis   terlihat   sangat  menguntungkan   bagi  perusahaan  tetapi  ternyata   merugikan pihak  tertentu, yang  pada  akhrinya ,  dengan  satu   dan   lain cara , khusunya  dalam  jangka  panjang, akan  secara  negative  mempengaruhi   keuntungan  dan   kelangsungan   bisnis  perusahaan   tersebut .
Kedua , sering  kali  terjadi   bahwa   analisis   keuntungan   dan  kerugian  ditempatkan   dalam   kerangka   uang (  satuan   yang  sangat  mudah  dikalkulasi ).  Tentu  saaja  ini  tidak ada  salahnya , namun   dari  segi   etika  demi  kepentingan   bisnis  yang    berhasil   dan tahan  lama ,  kecendurungan  ini  tidak  memadai . yang  juga  perlu  mendapat perhatian  serius  adalah  bahwa  keuntungan dan  kerugian  disini   tidak  hanya menyangkut  aspek  financial , melainkan juga  aspek -  aspek  moral : hak  dan  kepentingan   konsumen, hak  karyawan , kepuasaan  konsumen , dan   sebagainya .
 Etika Lingkungan
Etika lingkungan merupakan kebijaksaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan di pertimangkan secara cermat sehinga  keseimbangan  lingkungan tetap terjaga.
A.            Teori Etika Lingkungan
Ekosentrisme  Merupakan  kelanjutan   dari   teori   etika   lingkungan  biosentrisme. Oleh  karenanya   teori  ini  sering  disamakan   begitu   saja   karena  terdapat  banyak kesamaan. Yaitu  pada  penekanannya  atas   pendobrakan  cara pandang antroposentrisme  yang  membatasi   keberlakuan  etika   hanya   pada  komunitas manusia. Keduanya   memperluas   keberlakuan  etika   untuk  mencakup   komunitas  yang lebih luas.


 Antroposentrisme  adalah   teori  etika  lingkungan   yang   memandang   manusia  sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap  yang  paling menentukan  dalam  tatanan  ekosistem  dan  dalam  kebijakan  yang   diambil   dalam   kaitan   dengan  alam, baik   secara  langsung  atau  tidak   langung.
biosentrisme, konsep etika dibatasi pada komunitas yang hidup (biosentrism), seperti tumbuhan dan hewan. Sedang pada ekosentrisme, pemakaian etika diperluas untuk mencakup  komunitas ekosistem seluruhnya (ekosentrism). Etika lingkungan Biosentrisme adalah etika lingkungan yang lebih menekankan kehidupan sebagai standar moral Sehingga bukan hanya manusia dan binatang saja yang harus dihargai secara moral tetapi juga tumbuhan. Menurut  Paul Taylor, karenanya   tumbuhan   dan  binatang secara  moral  dapat  dirugikan   dan  atau  diuntungkan   dalam   proses  perjuangan  untuk hidup   mereka sendiri, seperti  bertumbuh  dan  bereproduksi.
    Zoosentrisme Etika lingkungan Zoosentrisme adalah etika yang menekankan perjuangan hak-hak binatang, karenanya etika ini juga disebut etika pembebasan binatang. Tokoh bidang etika ini adalah Charles Brich. Menurut  etika ini, binatang  mempunyai  hak  untuk  menikmati  kesenangan   karena  mereka  dapat   merasa   senang   dan  harus dicegah dari penderitaan. Sehingga bagi para penganut etika ini, rasa senang dan penderitaan binatang dijadikan salah satu standar moral. Menurut  The Society for the Prevention of Cruelty to Animals, perasaan  senang  dan   menderita   mewajibkan manusia  secara   moral  memperlakukan  binatang   dengan   penuh  belas  kasih
Neo-Utilitarisme   Lingkungan  neo-utilitarisme  merupakan  pengembangan  etika utilitarisme  Jeremy   Bentham   yang   menekankan   kebaikan   untuk   semua. Dalam konteks   etika   lingkungan   maka  kebaikan  yang   dimaksudkan, ditujukan   untuk  seluruh mahluk. Tokoh   yang   mempelopori   etika   ini   adalah  Peter  Singer. Dia beranggapan bahwa   menyakiti   binatang  dapat   dianggap   sebagai   perbuatan   tidak  bermoral.
 Anti-Spesiesme   Teori  ini  menuntut   perlakuan  yang   sama   bagi   semua  makhluk hidup, karena   alasan   semuanya   mempunyai  kehidupan. Keberlakuan   prinsip  moral perlakuan   yang  sama (equal  treatment). Anti-spesiesme   membela   kepentingan  dan kelangsungan  hidup  spesies  yang  ada  di bumi. Dasar  pertimbangan  teori   ini  adalah aspek  sentience, yaitu   kemampuan   untuk   merasakan  sakit, sedih, gembira dan   seterusnya.  Inti  dari  teori  biosentris   adalah   dan   seluruh   kehidupan di dalamnya, diberi   bobot   dan   pertimbangan   moral   yang  sama
 Prudential and Instrumental Argument Prudential Argument menekankan bahwa kelangsungan  hidup  dan   kesejahteraan   manusia  tergantung  dari  kualitas  dan kelestarian lingkungan. Argumen   Instrumental   adalah   penggunaan   nilai   tertentu   pada alam dan segala isinya, yakni   sebatas   nilai   instrumental. Dengan  argumen  ini, manusia  mengembangkan  sikap  hormat  terhadap  alam.
Non-antroposentrisme  Teori  yang   menyatakan  manusia   merupakan   bagian  dari alam, bukan   di   atas   atau   terpisah  dari  alam.
 The  Free  and   Rational Being   Manusia  lebih  tinggi  dan   terhormat  dibandingkan dengan   mahkluk  ciptaan   lain   karena   manusia   adalah   satu-satunya   mahkluk bebas  dan  rasional, oleh  karena  itu  Tuhan   menciptakan   dan    menyediakan segala  sesuatu  di   bumi   demi   kepentingan   manusia. Manusia  mampu mengkomunikasikan   isi  pikirannya  dengan  sesama   manusia   melalui  bahasa. Manusia  diperbolehkan  menggunakan  mahkluk  non-rasional  lainnya  untuk mencapai  tujuan   hidup   manusia, yaitu   mencapai   suatu   tatanan dunia yang rasional.
 Teori   Lingkungan   yang   Berpusat   pada   Kehidupan    (Life- Centered  Theory  of Environment) Intinya   adalah   manusia   mempunyai   kewajiban moral terhadap alam yang bersumber   dan   berdasarkan   pada   pertimbangan  bahwa,  kehidupan   adalah sesuatu   yang   bernilai. Etika   ini   diidasarkan   pada    hubungan   yang   khas  antara alam   dan   manusia, dan   nilai   yang   ada   pada   alam  itu  sendiri.

  Prinsip-prinsip   etika   Lingkungan
Sebagai   pegangan   dan   tuntunan    bagi   prilaku   kita   dalam    berhadapan    dengan alam , terdapat   beberapa   prinsip   etika   lingkungan  yaitu :
v Sikap Hormat terhadap Alam
Hormat   terhadap   alam   merupakan   suatu    prinsip   dasar    bagi   manusia   sebagai bagian   dari   alam  semesta  seluruhnya
v  Prinsip Tanggung Jawab
Tanggung   jawab   ini   bukan   saja   bersifat   individu   melainkan   juga kolektif  yang menuntut   manusia   untuk  mengambil   prakarsa, usaha, kebijakan   dan  tindakan   bersama secara   nyata   untuk   menjaga   alam   semesta   dengan   isinya
v  Prinsip Solidaritas
Yaitu   prinsip   yang   membangkitkan   rasa   solider, perasaan  sepenanggungan   dengan alam  dan   dengan   makluk   hidup    lainnya   sehigga   mendorong   manusia   untuk menyelamatkan   lingkungan.
v  Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian
Prinsip   satu   arah , menuju   yang   lain   tanpa   mengaharapkan   balasan, tidak   didasarkan    kepada   kepentingan   pribadi    tapi    semata-mata   untuk alam.
v  Prinsip “No Harm”
Yaitu   Tidak   Merugikan   atau   merusak, karena   manusia   mempunyai   kewajiban   moral   dan   tanggung jawab    terhadap   alam, paling   tidak   manusia   tidak   akan mau merugikan   alam   secara   tidak   perlu
v  Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam
Ini berarti , pola konsumsi dan produksi manusia modern harus dibatasi. Prinsip ini muncul didasari karena selama ini alam hanya sebagai obyek eksploitasi dan pemuas kepentingan hidup manusia.
v  Prinsip Keadilan
Prinsip   ini   berbicara   terhadap   akses   yang   sama   bagi   semua   kelompok dan  anggota   masyarakat  dalam   ikut    menentukan   kebijakan  pengelolaan   sumber daya alam   dan    pelestarian   alam, dan   dalam   ikut   menikmati    manfaat   sumber   daya  alam secara lestari
v  Prinsip Demokrasi
Prinsip   ini   didsari   terhadap   berbagai   jenis   perbeaan   keanekaragaman sehingga prinsip   ini   terutama   berkaitan   dengan   pengambilan   kebijakan   didalam   menentukan baik-buruknya,  tusak -tidaknya, suatu   sumber  daya   alam.
v  Prinsip Integritas Moral
Prinsip   ini  menuntut   pejabat  publik agar mempunyai sikap dan prilaku moral yang terhormat serta memegang teguh untuk mengamankan kepentingan publik yang terkait dengan sumber daya alam.










DAFTAR  PUSTAKA

Keraf, A.Sonny. 1995.”Etika  bisnis.” Media  Indonesia,13  November
Lorens Bagus. 2000. Kamus Filsafat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 1144
Mangunhardjana. 1997. Isme-isme dalam Etika dari A sampai Z. Jogjakarta: Kanisius. Hal.228-231.




Jumat, 23 Maret 2018

TUGAS SOFTKIL ANGGOTA KELOMPOK PRINSIP ETIKA DALAM BERBISNIS


TUGAS  KELOMPOK  ETIKA  DALAM  BERBISNIS


-          AFRIAN  WAHYU  PRATAMA                 (10215244)

-          ASYROFI ELGA  MIRAJ                          (11215108)
-          META  DWI  HAPSARI                             (14215146)
-          NOVIA  ANGELLITA  S                            ( 17215644)
-          FAHMI  HANDIKA
-          ELFRIDO  BUNGARAN

KELAS                              :   3EA24


FALKULTAS EKONOMI 

  JURUSAN  MANAJEMEN
2018/ 2019



A. Pengertian Etika Bisnis
    Secara    sederhana    yang   dimaksud    dengan    etika    bisnis    adalah    cara-cara   untuk melakukan    kegiatan    bisnis, yang   mencakup    seluruh   aspek   yang   berkaitan    dengan   individu  , perusahaan  , industri    dan   juga   masyarakat . Semua   ini  mencakup    bagaimana    kita   menjalankan    bisnis  secara   adil, sesuai   dengan     hukum    yang   berlaku,  dan  tidak   tergantung  pada   kedudukan  individu  ataupun   perusahaan   di   masyarakat.
      Etika     bisnis    lebih   luas    dari     ketentuan    yang   diatur   oleh    hukum, bahkan   merupakan   standar     yang     lebih    tinggi     dibandingkan     standar    minimal   ketentuan  hukum, karena    dalam    kegiatan    bisnis   seringkali   kita    temukan    wilayah    abu-abu   yang     tidak    diatur   oleh   ketentuan   hukum.
v     Beberapa     hal   yang    mendasari     perlunya    etika    dalam    kegiatan   bisnis  adalah   :

1.  Selain    mempertaruhkan   barang     dan    uang    untuk     tujuan    keuntungan,  bisnis juga mempertaruhkan   nama, harga   diri, bahkan   nasib    manusia  yang   terlibat  di dalamnya.
2.   Bisnis   adalah    bagian    penting     dalam    masyarakat.
3.      Bisnis  juga  membutuhkan   etika  yang   setidaknya    mampu    memberikan    pedoman    bagi    pihak – pihak    yang   melakukannya.
4.      Prinsip-Prinsip   Pelaku  Bisnis
5.      Dalam   etika   bisnis   berlaku   prinsip-prinsip   yang   seharusnya    dipatuhi   oleh para   pelaku   bisnis .

v  Di samping  5  prinsip  diatas, dalam   menciptakan etika   bisnis   ada beberapa  hal  yang  juga  perlu diperhatikan, antara lain  adalah:
1.        prinsip   Otonomi, yaitu   kemampuan   mengambil  keputusan   dan   bertindak  berdasarkan kesadaran  tentang   apa  yang  baik   untuk   dilakukan  dan   bertanggung   jawab   secara   moral   atas   keputusan   yang  di  ambil.
2.      Prinsip   Kejujuran , yaitu  bisnis   tidak   akan   bertahan   lama    apabila   tidak     berlandaskan  kejujuran   karena   kejujuran   merupakan   kunci   keberhasilan    suatu  bisnis  (rofes, kejujuran  dalam pelaksanaan kontrak, kejujuran terhadap konsumen, kejujuran dalam hubungan kerja dan lain-lain).
3.      Prinsip Keadilan, yaitu  bahwa  tiap  orang dalam  berbisnis   harus   mendapat   perlakuan  yang  sesuai   dengan   haknya   masing-masing , artinya   tidak  ada  yang boleh    dirugikan   haknya.
4.      Prinsip Saling Mengutungkan , yaitu agar semua pihak  berusaha  untuk  saling menguntungkan, demikian  pula  untuk  berbisnis  yang   kompetitif.
5.      Prinsip  Integritas  Moral  yaitu , prinsip  ini  merupakan  dasar  dalam  berbisnis  dimana  para pelaku  bisnis   dalam   menjalankan  usaha   bisnis    mereka   harus   menjaga  nama  baik perusahaan  agar   tetap   dipercaya   dan   merupakan  perusahaan  terbaik
v  Pendekatan  Etika   Bisnis

    Ø Utilitarian   Approach
Dalam  pendekatan  ini, setiap   tindakan   harus   didasarkan   dengan   konsekuensinya. Untuk   itu, sebelum   bertindak, Anda   harus   memberikan  manfaat yang   besar   baru   masyarakat   dengan   cara   yang   tidak  membahayakan  dan menggunakan   biaya   serendah-rendahnya.
Ø        Individual   Rights   Approach
Pendekatan   ini   memiliki   pengaruh   besar   dalam   menghargai   dan   menghormati setiap   tindakan   yang   dilakukan   orang   lain. Namun, jika   tindakan   tersebut dinilai   bisa   mengakibatkan   suatu   perpecahan   atau   benturan   dengan   hak   orang lain, maka    tindakan    tersebut    harus    dihindari.
Ø       Justice Approach
Setiap   pembuat   keputusan   memiliki   kedudukan   yang   sama, serta   bertindak  adil  dalam   memberikan   pelayanan   kepada    pelanggan, baik   peroranga  maupun  kelompok. Pendekatan  etika  bisnis  ini akan    memberikan   keuntungan   baik dalam   jangka   pendek   maupun   jangka   panjang.

B.  Di samping  5   prinsip   diatas , dalam  menciptakan  etika bisnis ada beberapa hal yang juga perlu  diperhatikan, antara  lain  adalah:
1.          Pengendalian diri.
2.        Pengembangan  tanggung  jawab  social  (social  responsibility ).
3.        Mempertahankan jati  diri  dan   tidak   mudah   untuk   terombang- ambing  oleh   pesatnya perkembangan   informasi  dan  teknologi.
4.        Menciptakan   persaingan  yang  sehat.
5.        Menerapkan   konsep   “pembangunan  berkelanjutan”
6.         Menghindari  sifat  5K   (Katabelece, Kongkalikong , Koneksi , Kolusi , dan   Komisi )
7.        Mampu   menyatakan  yang  benar  itu  benar
8.          Menumbuhkan   sikap  saling  percaya   antara   golongan  pengusaha  kuat  dan golongan  pengusaha   ke bawah
                      Penerapan  etika  bisnis  sangat  penting  terutama  dalam  menghadapi    era  pasar  bebas  dimana perusahaan-perusahaan  harus  dapat  bersaing   berhadapan   dengan   kekuatan   perusahaan asing. Perusahaan   asing  ini  biasanya   memiliki  kekuatan  yang    lebih   terutama  mengenai bidang  SDM, Manajemen, Modal   dan   Teknologi.
C.     Masalah   pelanggaran  etika   sering   muncul  antara   lain   seperti, hal:
mendapatkan  ide  usaha , memperoleh  modal, melaksanakan  proses  produksi, pemasaran  produk, pembayaran pajak , pembagian  keuntungan , penetapan  mutu, penentuan  harga, pembajakan  tenaga  rofessional, blow-up   proposal   proyek, penguasaa  pangsa  pasar  dalam satu  tangan , persengkokolan,  mengumumkan  propektis  yang  tidak   benar,   penekanan  upah  buruh  dibawah standar, insider traiding dan sebagainya. Ketidaketisan   perilaku   berbisnis   dapat dilihat hasilnya, apabila   merusak   atau    merugikan    pihak    lain. Biasanya   faktor  keuntungan   merupakan   hal    yang     mendorong    terjadinya    perilaku   tidak   etis  dalam  berbisnis.
D.            Contoh   Pelanggaran   Etika   Bisnis 
Ø  Etika   bisnis  saat  ini  telah  banyak  dilanggar   oleh para   pelaku  bisnis. Demi mendapatkan laba yang sebesar-besarnya, pelaku bisnis  kerap   menghalakan   segala   cara.  Inilah   yang  menyebabkan  timbul   kasus-kasus   etika    bisnis   yang   terkadang  urusannya   dapat   sampai   ke  meja   hijau.
Ø  Secara   sederhana, etika  bisnis   dapat  diartikan  sebagai   prinsip-prinsip  moral  dalam melaksanakan   kegiatan   bisnis. Etika   dalam   berbisnis    ini   ialah   hal  penting. Sebagaimana  pentingnya  etika dalam  pergaulan  atau   bermasyarakat.
Ø   Tanpa  etika   bisnis   yang   baik   maka   seorang   pelaku   bisnis  akan  berlaku   seenaknya,  dan   hal   itu  akan   merugikan   pihak  lain. Etika  bisnis   juga   berfungsi   sebagai   penjaga batasan   bagi   pelaku   bisnis  yang   lain, buat   saling  menghargai  pelaku  bisnis   lain.
     Untuk    mengenal    lebih    jauh    apakah     sebenarnya    etika     bisnis    itu, maka   etika   bisnis    bisa    dilihat    dari     berbagai    aspek  pelanggaran   yang  sering  terjadi . Aspek pelanggaran   tersebut   antara  lain:
      A.          Pelanggaran   etika  bisnis   terhadap   hukum
Sebuah perusahaan x karena kondisi perusahaan yang pailit akhirnya memutuskan untuk melakukan PHK kepada karyawannya. Namun  dalam melakukan PHK itu, perusahaan sama sekali  tidak memberikan pesongan  sebagaimana  yang  diatur dalam UU No.13/2003  tentang Ke tenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar   prinsip kepatuhan terhadap hukum 
      B.    Pelanggaran   etika   bisnis   terhadap   prinsip  kewajaran
Sebuah   perusahaan   property   tidak   memberikan  surat   ijin   membangun   rumah  dari  develop r   kepada  dua   orang konsumennya  di   kawasan   kavling   perumahan  milik perusahaan  tersebut. Konsumen pertama  sudah  memenuhi  kewajibannya  membayar  harga tanah  sesuai  kesepakatan  dan  biaya  administrasi  lainnya. Sementara   konsumen  kedua masih   mempunyai  kewajiban    membayar   kelebihan   tanah, karena  setiap  kali akan membayar   pihak  developer selalu   menolak dengan   alasan   belum   ada   ijin   dari pusat perusahaan..
C.          Pelanggaran    etika   bisnis   terhadap  transparansi
Sebuah   Yayasan   X   menyelenggarakan   pendidikan   setingkat   SMA. Pada   tahun ajaran  baru  sekolah   mengenakan   biaya   sebesar   Rp 500.000,- kepada   setiap   siswa baru. Pungutan  sekolah   ini   sama  sekali  tidak   diinformasikan  kepada mereka  saat akan  mendaftar, sehingga   setelah  diterima  mau tidak mau mereka  harus membayar. Disamping    itu   tidak   ada informasi maupun  penjelasan resmi  tentang  penggunaan  uang   itu  kepadawalimurid.Setelah  didesak  oleh banyak pihak, Yayasan  baru  memberikan  informasi bahwa uang itu   dipergunakan   untuk  pembelian seragama   guru. Dalam   kasus ini, pihak Yayasan dan   sekolah   dapat  dikategorikan  melanggar   prinsip   transparansi



.

DAFTAR  PUSTAKA

Brooks, Leonard J dkk, 2007. Etika Bisnis & Profesi (Untuk Direktur, Eksekutif, dan Akuntan). Jakarta: Salemba Empat.
Keraf, A Sonny, 1998. Etika Bisnis (Tuntutan Dan Relevansinya). Yogyakarta: Kanisius.
http://lollipop46.blogspot.com/2015/02/v-behaviorurldefaultvmlo_13.html
https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pendekatan-dan-prinsip-etika-bisnis-dalam-perusahaan



















Jumat, 08 Desember 2017

Memiih topik yang berhubungan dengan ekonomi koperasi !

NAMA        :  META  DWI HAPSARI
KELAS       : 3EA24
NPM           : 14215146
Memiih topik  yang   berhubungan   dengan  ekonomi  koperasi !
Koperasi   Indonesia   Hadapi   Dua   Tantangan Besar
Koperasi   diimbau   untuk    meningkatkan    kualitas     kelembagaan    dan   daya   saing  agar dapat   bersaing  sehingga   menembus  kawasan    Asean. Apalagi   koperasi  memiliki   peran   strategis  untuk  menggiatkan   perekonomian    masyarakat   .Saat ini  koperasi  di Indonesia   dihadapkan    pada    dua    tantangan    utama.

Pertama   :   peningkatan   kualitas   kelembagaan    dan    manajemen   unit   koperasi.  
Kedua       :   unit   koperasi  juga   perlu   terus    kita   tingkatkan   daya    saing  dan   tidak hanya berperan   di  tingkat   nasional    tetapi   juga   berkelas   dunia.
Melalui   penguatan   kedua    hal    ini   akan   menambah    jumlah    unit     koperasi    yang mampu   berkiprah  di   kawasan    ASEAN   serta    di   dalam   negeri    akan   semakin
 menguatkan modal social   (social  capital), " kata   Staf   Khusus   Presiden   Bidang   Ekonomi   dan Pembangunan.
Selain itu, di  sejumlah  negara  Skandinavia  jaringan   keanggotaan   koperasi   terbukti mampu  meredam munculnya  risiko   konflik   social   karena   semangat  kebersamaan, kekeluargaan,  keadilan yang  mengikat   individu   maupun   anggota   badan   usaha. 
Peran  dan  fungsi  koperasi  tidak    hanya   sebatas   aktivitas    ekonomi    saja   tetapi  juga sebagai  manifestasi  semangat  kolektif,  kebersamaan   dan   prinsip  keadilan   yang  berakar pada  masyarakat    Indonesia   yaitu   gotong   royong.

"Model   bisnis   koperasi    merupakan   manifestasi dari konstitusi dasar kita yaitu UUD 1945 ayat 1 menyatakan  bahwa Perekonomian   disusun  sebagai   usaha  bersama   atas   azas   kekeluargaan. Menjadi  tugas  kita   bersama  dan   segenap   elemen  bangsa untuk   terus   memajukan   sector   perkoperasiaan  di Indonesia," tuturn

Dari sisi  kelembagaan, hadirnya  UU   No . 17   Tahun   2012   telah   memberikan   dasar penguatan   manajemen   dan   kemajuan    koperasi  di Indonesia. Di  dalamnya  di atur prinsip-prinsip    dari    pendirian, pengelolaan, pengawasan    sampai   peran   Dewan Koperasi    Indonesia     dan    Pemerintah   untuk   meingkatkan   peran strategis koperasi. Sebagai   unit    usaha, koperasi    memerlukan    dukungan   agar   mampu   lebih berdaya   saing   dan   dikelola    secara   modern   berdasarkan    prinsip   kebersamaan  
dan kekeluargaan. "Sehingga   koperasi   akan  mampu   berperan   penting   sepertihalnya bentuk   usaha   lain   seperti   BUMN   maupun    Perseroan," pungkasnya. (Pew/Ahm)

Menurut saya :
Dengan   2   masalah   yang   di   hadapi    oleh   koperasi   Indonesia. Menyadarkan   kita semua   untuk   membangun   koperasi   yang   lebih   maju   dan   lebih   bersungguh – sungguh. Karena   akan   menghadapi   pasar   bebas, koperasi   memilik   pengaruh  penting dalam  pengembangan   ekonomi   Negara   terutama   di   Indonesia. Pemerintah dan masyarakat  bekerja   bersama-sama bagaimana   meningkatkan   kinerja   koperasi. Mungkin   dengan  memberikan   sosialisai   dan   pengetahuan   secara   nyata   bagaimana manajemen    koperasi   yang   baik   kepada   para   anggota koperasi. Dan   kita   sebagai masyarakat   harus   sigap   menerimanya. Karena   bukan    hanya   1  pihak   yang   bekerja tapi   semua   yang   di dalamnya   haru   bekerja    agar   koperasi   di  Indonesia   mampu bersaing   di   pasar   bebas    nanti.

Koperasi   Galang   Kekuatan   Hadapi   Pasar   Bebas  ASEAN
 Untuk  menghadapi  pasar  bebas, lembaga   gerakan  koperasi  dari   negara-negara  Asean  menggelar  Asean  Co- operative  (ACO)  Forum 2014. Kegiatan  yang difasilitasi  Dewan  Koperasi   Indonesia  (Dekopin)  itu   dihadiri  sejumlah  pelaku koperasi  dari  beberapa  negara. 
tujuannya  untuk  menggalang  kekuatan koperasi-koperasi   dalam   ranah   regional  untuk menghadapi diberlakukannya Komunitas Ekonomi ASEAN .Presiden  ACO  AM  Nurdin  Halid  menyatakan, pemberlakuan  AEC  kali  ini menghadirkan  tantangan  sekaligus  peluang  bagi  koperasi  di seluruh  kawasan ASEAN. AEC, sambung  Nurdin,  adalah  era  ekonomi   dengan   empat   karakteristik.
-  Pertama   : pasar tunggal berbasis produksi ASEAN .
      -  Kedua       : daya saing ekonomi regional.
      -  Ketiga      :  kesetaraan dan keadilan ekonomi.
 -   Keempat   :integrasi  ke  dalam  tata  perekonomian  globall.
ACO   Forum  2014  sendiri  digelar   dalam  rangka  menyusun  rumusan  strategis untuk   mengambil  langkah  aksi, meningkatkan  peran  dan  partisipasi  koperasi dalam  transformasi  masyarakat  ekonomi ASEAN. Utamanya  dalam  era  ekonomi yang  lebih  terbuka. Sebagai  tindak   lanjut  untuk  mewujudkan  kesepakatan di Teheran, pertemuan  pada  4  Desember  1977   melahirkan   ASEAN  ACO   sehingga Dekopin  serta  Angkasa   dan   Cum ( wadah  gerakan   koperasi  Malaysia)   akhirnya   berinisiatif   mengundang   gerakan   koperasi   di  negara-negara  Asean di Jakarta.
Menurut saya :

Dengan   akan   berlangsungnya  pasar  bebas   di  tahun   2015  bagus  sekali  apa yang  dilakukan  oleh  lembaga  gerakan   koperasi   Negara – Negara  ASEAN. Dimana masyarakat  Asean, terutama Indonesia sangat  membutuhkan  sosialisasi  koperai  untuk  menghadapi  kerasnya  pasar  bebas  nanti. Mungkin di Indonesia  banyak  koperasi – koperasi  yang  belum  siap   dari   segi manajemen, bahasa  yang  digunakan, serta  pasar  ekonomi  terbukany